Menyimpan dolar terasa aman karena rupiah cenderung melemah. Tapi setiap kali menukar, kamu langsung kehilangan selisih kurs, dan rupiah tidak selalu melemah. Valas paling masuk akal untuk kebutuhan nyata dalam mata uang asing, bukan untuk mencari untung cepat.
Ringkasnya
- Hasilnya datang dari melemahnya rupiah, plus bunga kecil kalau disimpan di tabungan atau deposito valas.
- Selisih kurs beli dan jual uang kertas dolar di bank besar sekitar 1,6–1,7%. Selisih itu hilang saat kamu menukar bolak-balik.
- Simpanan valas di bank dijamin LPS selama bunganya tidak melebihi 2% (bunga penjaminan valas bank umum, Juli–September 2026).
- Money changer wajib berizin Bank Indonesia. Pembelian dolar mulai USD25.000 per bulan wajib disertai dokumen kebutuhan.
Apa itu menyimpan valas
Valas atau valuta asing adalah mata uang negara lain, misalnya dolar AS, dolar Singapura, atau riyal. Orang biasa menyimpannya dengan tiga cara: uang kertas di rumah, tabungan valas di bank, atau deposito valas. Ini berbeda dengan forex, yaitu memperdagangkan naik-turun kurs dengan dana pinjaman, yang risikonya jauh lebih besar.
Cara uangnya bertambah
Nilai simpananmu dalam rupiah naik kalau rupiah melemah terhadap mata uang itu. Tapi ada biaya di awal, yaitu selisih kurs. Contoh dengan kurs uang kertas di salah satu bank besar pada 23 September 2026 (simulasi):
| Uang ditukar | Rp5.000.000 |
| Dibeli di kurs jual Rp17.960 per dolar | USD278,40 |
| Kalau langsung dijual lagi di kurs beli Rp17.660 | Rp4.916.500 |
| Hilang karena selisih kurs | −Rp83.500 |
| Rupiah harus melemah sekitar | 1,7% dulu untuk impas |
Kurs elektronik (misalnya transfer antar-rekening di aplikasi bank) biasanya punya selisih jauh lebih kecil daripada uang kertas.
Hasil sebenarnya selama ini
Pada Januari 2018 satu dolar setara Rp13.421. Pada akhir September 2026 menjadi Rp17.993, naik sekitar 34% dalam hampir 9 tahun atau rata-rata sekitar 3,4% setahun (data historis). Kalau dilihat per tahun, dari 93 titik mulai sejak 2018, 23 kali rupiah justru menguat dalam setahun, artinya pemegang dolar rugi. Terburuk, orang yang membeli dolar pada Maret 2020 (awal pandemi) setahun kemudian rugi 10,7%.
Dalam simulasi Timbang yang memperhitungkan selisih kurs 1%, Rp5 juta dalam dolar selama setahun menghasilkan nilai tengah sekitar Rp7.000 per bulan, dan 28% skenario berakhir rugi (simulasi).
Kerugian terburuk yang bisa terjadi
- Rupiah menguat. Ini pernah terjadi berkali-kali, misalnya setelah lonjakan awal pandemi 2020. Kurs yang sempat Rp16.347 kembali ke Rp13.833 dalam 9 bulan.
- Selisih kurs dan biaya. Menukar bolak-balik dalam waktu dekat hampir pasti rugi. Tabungan valas juga bisa punya biaya administrasi bulanan.
- Uang tunai hilang atau palsu. Menyimpan uang kertas di rumah berisiko hilang, rusak, atau tertukar uang palsu kalau menukar di tempat tidak resmi.
Biaya dan pajak
- Bunga tabungan dan deposito valas dikenai pajak penghasilan final 20%, sama seperti simpanan rupiah (fakta).
- Keuntungan dari selisih kurs pada dasarnya termasuk penghasilan menurut UU Pajak Penghasilan. Catat nilai beli dan jualmu, dan laporkan di SPT Tahunan bila perlu.
- Selisih kurs beli-jual adalah biaya terbesar. Bandingkan kurs uang kertas dan kurs elektronik sebelum menukar.
Siapa pengawasnya dan cara cek legalitas
- Bank Indonesia memberi izin dan mengawasi money changer (KUPVA bukan bank). Money changer resmi wajib memajang logo KUPVA berizin dan sertifikat izin dari BI. Daftar resminya bisa diunduh di bi.go.id.
- Tabungan dan deposito valas di bank diawasi OJK dan dijamin LPS sampai Rp2 miliar per nasabah per bank, selama bunganya tidak melebihi bunga penjaminan valas.
- Sejak Juni 2026, pembelian valas dengan rupiah sebesar USD25.000 atau lebih per bulan wajib disertai dokumen yang menunjukkan kebutuhannya (underlying).
Ciri-ciri penipuan
- Money changer yang menawarkan kurs “lebih bagus” dari tempat lain dan tidak punya tempat usaha tetap. Ini ciri yang disebut sendiri oleh Bank Indonesia.
- Tawaran “titip tukar dolar” atau “titip valas, nanti dijual saat kurs bagus”. Pada 2022, kasus seperti ini di Pasuruan merugikan korban sekitar Rp191,7 miliar.
- Ajakan “investasi valas” dengan untung tetap per bulan. Menyimpan valas tidak pernah memberi hasil pasti.
Cocok untuk siapa
- Kamu yang punya kebutuhan nyata dalam mata uang asing dalam 1–3 tahun: kuliah di luar negeri, perjalanan, atau pembayaran ke luar negeri. Beli bertahap supaya tidak terjebak satu kurs.
- Kurang cocok sebagai cara cepat menambah uang. Hasilnya bergantung pada kurs yang sulit ditebak, dan selisih kurs memakan untung jangka pendek.
Sumber
- Bank Indonesia, informasi penjualan valuta asing dan KUPVA berizin, bi.go.id (dicek 30 September 2026).
- Kurs uang kertas USD di BCA, BNI, dan Mandiri, 23 September 2026 (Bisnis.com).
- Bunga penjaminan LPS valas bank umum 2,00%, periode 1 Juli–30 September 2026 (Investortrust, Juni 2026).
- Batas pembelian valas USD25.000 per bulan tanpa underlying, berlaku Juni 2026 (Investortrust, Mei 2026).
- Rupiah menembus Rp18.000 per dolar, terlemah sepanjang sejarah, Juni 2026 (Republika).
- Kasus penipuan titip tukar valas di Pasuruan (Detik, Mei 2022).
- Kurs USD/IDR bulanan Januari 2018–September 2026 dari Yahoo Finance, diolah Timbang. Simulasi: 93 skenario Rp5 juta selama 1 tahun, selisih kurs 1%.