TimbangEdukasi keuangan dengan data asli

Saham: ikut memiliki perusahaan, ikut menanggung naik-turunnya

Belajar · Anak tangga 06 dari 8Data dicek 30 September 20267 menit baca
Di mana posisi Saham di Tangga Risiko?lihat semua anak tangga →
makin tinggi, makin bergejolak ↗
01
Deposito
02
Obligasi
03
Reksa dana
04
Valas
05
Emas
06kamu di sini
Saham
07
Kripto
08
Forex

Membeli saham berarti ikut memiliki sebagian kecil perusahaan. Dalam jangka panjang saham bisa memberi hasil besar, tapi 2026 mengingatkan sisi lainnya: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sekitar sepertiga dari puncaknya hanya dalam enam bulan.

punyamuperusahaanuntung-rugi ikut perusahaanbisa turun lama1 lot = 100 lembar

Ringkasnya

  • Untung dari kenaikan harga saham dan dividen. Rugi kalau harga turun, dan bisa turun lama.
  • Satuan beli 1 lot = 100 lembar. Biaya transaksi umumnya sekitar 0,15% saat beli dan 0,25% saat jual, sudah termasuk pajak jual 0,1%.
  • IHSG turun dari 8.647 (Desember 2025) ke 5.643 (Juni 2026), sekitar −35%.
  • Beli hanya lewat perusahaan sekuritas yang menjadi Anggota Bursa dan diawasi OJK.

Apa itu saham

Saham adalah bukti kepemilikan sebagian perusahaan. Kalau perusahaan untung dan tumbuh, harga sahamnya cenderung naik dan sebagian laba bisa dibagikan sebagai dividen. Kalau perusahaan bermasalah atau pasar sedang panik, harga sahamnya turun. Saham diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat perusahaan sekuritas. Jumlah investor pasar modal Indonesia sudah lebih dari 30 juta per Agustus 2026.

Cara uangnya bertambah

Dari selisih harga jual dan beli (capital gain), ditambah dividen. Biaya transaksi dipotong di setiap beli dan jual. Contoh (simulasi):

Beli 10 lot saham di harga Rp5.000 (1.000 lembar)Rp5.000.000
Biaya beli sekitar 0,15%Rp7.500
Kalau dijual lagi di harga yang sama, dipotong biaya jual sekitar 0,25%Rp4.987.500
Hilang karena biaya−Rp20.000
Harga harus naik sekitar0,4% dulu untuk impas

Biaya saham jauh lebih kecil dari selisih harga emas atau valas. Risiko utamanya ada pada naik-turunnya harga.

Hasil sebenarnya selama ini

IHSG, rata-rata harga saham di BEI, berada di 6.606 pada Januari 2018 dan 6.122 pada akhir September 2026 (data historis, harga penutupan bulanan, belum termasuk dividen). Tanpa dividen, indeksnya lebih rendah dibanding hampir sembilan tahun lalu. Dari 93 titik mulai sejak 2018, 37 kali IHSG lebih rendah setahun kemudian. Terburuk −29,8% (mulai Maret 2019), terbaik +31,9% (mulai Maret 2020).

Dua kejatuhan besar terjadi dalam periode ini. Pertama saat pandemi 2020, sekitar −31%. Kedua pada 2026: pada akhir Januari, MSCI (penyusun indeks global) membekukan peninjauan saham Indonesia karena masalah transparansi kepemilikan. Perdagangan sempat dihentikan dua kali, dan investor asing menjual bersih hampir Rp14 triliun dalam sepekan. Pada Mei, beberapa saham besar dikeluarkan dari indeks MSCI.

IHSG 2018–2026: dua kali jatuh lebih dari 30%3.0004.0005.0006.0007.0008.0009.000201820192020202120222023202420252026Mar 2020: 4.539(pandemi, −31%)Des 2025: puncak 8.647Jun 2026: 5.643(−35% dari puncak)
IHSG bulanan (harga penutupan), Januari 2018–September 2026 (data historis). Belum termasuk dividen. Sumber: Yahoo Finance, diolah Timbang.

Kerugian terburuk yang bisa terjadi

  1. Pasar turun bersamaan. Seperti 2020 dan 2026, hampir semua saham ikut turun. Diversifikasi ke banyak saham tidak selalu menolong.
  2. Satu perusahaan bermasalah. Saham satu perusahaan bisa turun jauh lebih dalam dari indeks, bahkan dihentikan perdagangannya dalam waktu lama.
  3. Saham “gorengan”. Harganya dinaikkan secara tidak wajar lalu dijatuhkan. Pembeli terakhir yang menanggung ruginya.

Biaya dan pajak

  • Pajak penjualan saham 0,1% dari nilai jual, dipotong otomatis (fakta).
  • Dividen untuk orang pribadi dalam negeri bebas pajak kalau diinvestasikan kembali di Indonesia selama 3 tahun. Kalau tidak, dikenai PPh final 10%.
  • Komisi sekuritas, pungutan bursa, dan biaya lembaga kliring berbeda di tiap sekuritas. Contoh yang umum: total sekitar 0,15% saat beli dan 0,25% saat jual.

Siapa pengawasnya dan cara cek legalitas

  • Pasar modal diawasi OJK. Perdagangan terjadi di BEI, dan kepemilikan sahammu tercatat di KSEI dengan nomor tunggal investor (SID).
  • Pastikan perusahaan sekuritasmu tercantum sebagai Anggota Bursa di situs idx.co.id dan berizin OJK.
  • Dana belanja sahammu seharusnya disimpan di rekening dana nasabah (RDN) atas namamu sendiri di bank. Kepemilikan saham bisa dicek sendiri lewat layanan AKSes dari KSEI.

Ciri-ciri penipuan

  • “Pom-pom” di media sosial: ajakan ramai-ramai membeli saham tertentu dengan janji naik berlipat. Pada Februari 2026, OJK mendenda seorang pegiat media sosial Rp5,35 miliar karena memanipulasi harga saham dengan cara ini.
  • Grup berbayar yang menjanjikan “sinyal pasti cuan” atau untung tetap per bulan.
  • Diminta mentransfer uang ke rekening pribadi untuk “dibelikan saham”. Transaksi saham yang sah selalu lewat RDN atas namamu.

OJK menyebut ada 151 pihak yang didenda terkait manipulasi saham sejak 2022 hingga Januari 2026, dengan total denda Rp240,65 miliar.

Cocok untuk siapa

  • Uang untuk tujuan 5 tahun ke atas, dan hanya bagian yang siap melihat nilainya turun 30% tanpa ikut panik menjual.
  • Kalau belum ingin memilih saham sendiri, reksa dana saham atau reksa dana indeks bisa jadi jalan masuk yang lebih sederhana.
  • Kurang cocok untuk dana darurat atau uang yang dibutuhkan dalam 1–2 tahun.
Lihat saham dibanding deposito, emas, dan Bitcoin.Coba: Rp5 juta ditaruh di mana? →Berikutnya: Kripto →

Sumber

  1. Krisis MSCI akhir Januari 2026: pembekuan review, dua kali penghentian perdagangan, jual bersih asing Rp13,92 triliun sepekan (Investortrust).
  2. Penyesuaian indeks MSCI Mei 2026 dan IHSG turun 20,68% sejak awal tahun per 12 Mei 2026 (Bisnis.com).
  3. Jumlah investor pasar modal 30,30 juta SID per Agustus 2026 (Bisnis.com).
  4. Denda manipulasi saham oleh OJK (Bisnis.com, Februari 2026; Kabar Bursa).
  5. Pajak dividen orang pribadi dalam negeri (DDTC). Contoh biaya transaksi saham (IDX Channel).
  6. IHSG bulanan Januari 2018–September 2026 dari Yahoo Finance, diolah Timbang.